Kamis, 04 Juni 2015

Tips Membangun Gazebo Di Rumah.

Anda tentu sudah tak asing lagi mendengar istilah gazebo? Ya, gazebo atau dalam bahasa Inggris “Pavillon” diartikan sebagai sebuah bangunan yang memiliki struktur terpisah dari bangunan utama. Gazebo dibangun untuk beragam kebutuhan, namun umumnya berfungsi sebagai perpanjangan area teras pada halaman rumah dimana Anda bisa beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.

Tidak ada acuan khusus dimana posisi yang ideal untuk membangun gazebo. Anda bisa menempatkannya di halaman depan, samping atau belakang rumah. Bahkan ada pula yang membangun gazebo di atap rumah (rooftop), tergantung keinginan dan kebutuhan Anda.
Nah, sebelum mulai merancang gazebo, ada beberapa hal yang perlu Anda simak agar hasilnya memuaskan.




Ukuran Gazebo


Sesuaikan ukuran gazebo dengan luas lahan yang tersedia. Umumnya, gazebo memiliki luas 1/5 dari total luas lahan. Ukuran minimalnya pun sekitar 2m x 2m, dengan demikian Anda bisa memperoleh space yang cukup lega untuk berkumpul bersama keluarga. Anda pun bisa menempatkan kursi dan meja untuk meletakkan aneka cemilan.

Percantik Dengan Aksesori


Agar tampilannya tak monoton, ‘dandani’ gazebo dengan hiasan menarik berupa benda seni yang bisa digantung dan mengeluarkan bunyi saat tertiup angin.

Jangan lupa pula untuk meletakkan bantalan empuk untuk alas duduk serta bantal kecil (cushions) dengan beragam bentuk dan ukuran. Dengan demikian, aktivitas bersantai pun terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Jalan Setapak


Buat akses berupa jalan setapak yang menghubungkan antara bangunan utama dan gazebo. Untuk keleluasaan, buatlah jalan selebar 40 cm hingga 90 cm.

Adapun pilihan materialnya disesuaikan dengan elemen taman yang digunakan, seperti batu alam atau dek kayu. Apapun pilihan materialnya, pastikan tahan terhadap cuaca serta memiliki permukaan yang tidak licin agar tak berbahaya saat terciprat air hujan.

Pencahayaan


Elemen lighting disini sebenarnya bersinergi dengan lighting taman secara menyeluruh. Namun, disamping general lighting, Anda juga bisa menempatkan lampu dekoratif untuk menerangi area di sekitar gazebo atau meletakkannya di sepanjang jalan setapak. Sehingga, gazebo tetap berfungsi maksimal meskipun saat malam hari.

Sumber : majalah asri

Senin, 01 Juni 2015

KONSEP RUMAH MINIMALIS

Desain minimalis memiliki banyak sekali penggemar, selain modelnya yang benar benar unik dengan memadukan kesederhanaan menjadi sesuatu yang trendi, kesan yang ditimbulkan mampu membuat anggota keluarga anda menjadi betah menghabiskan waktu seharian di rumah. Untuk membangun desain rumah minimalis 2 lantai, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan, dan kami dengan senang hati menyajikannya dalam artikel ini untuk anda. Pertama, anda harus mempertimbangkan masak masak apakah rumah 2 lantai memang benar benar anda perlukan atau tidak. Misalkan anda memiliki lahan yang cukup luas, apakah tak sebaiknya anda memanfaatkan lahan anda untuk membangun rumah satu lantai saja? Pertanyaan pertanyaan semacam ini perlu anda kembangkan dalam pengambilan keputusan.



Kedua, anda harus memiliki konsep dan desain rumah minimalis 2 lantai yang benar benar matang. Jangan sampai desain antara lantai satu dan lantai dua bertabrakan sehingga menyebabkan konsep minimalis yang anda idam idamkan justru berantakan. Anda bisa meminta bantuan jasa konsultan bangun rumah ataupun arsitektur untuk mendapatkan desain yang lebih maksimal disertai dengan perhitungan bahan bangunan serta besaran financial yang harus anda siapkan. Hal ketiga yang perlu anda perhatikan bahwa prinsip konsep minimalis memang sederhana, namun bukan berarti sederhana pada seluruh dimensi melainkan pada penampilannya saja. Untuk material dan bahan bangunan yang digunakan anda bisa memilih yang berkualitas nomor satu, namun untuk tampilan atau desain yang nomor satu bukanlah yang paling mewah dengan gemerlap dan warna yang mencolok. Desain minimalis nomor satu adalah kemampuan anda untuk memadukan kesederhanaan ke dalam kesan yang elegan.



Membuat desain rumah minimalis 2 lantai memang susah susah gampang, dalam artian bahwa anda memerlukan banyak sumber untuk dijadikan referensi anda dalam menentukan desain minimalis. Namanya memang ‘minimalis’ namun untuk membuatnya menjadi nyata, tak se ‘minimalis’ namanya. Anda harus memahami lebih dulu apa itu desain minimalis, apa saja bentuk dan karakteristiknya, baru setelah itu anda bisa dengan leluasa untuk mengembangkan imajinasi dan kreatifitas anda.